Jakarta, 1 Desember 2025 — Pemerintah Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk mengakhiri epidemi AIDS pada tahun 2030 melalui penyelenggaraan Acara Puncak Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025 di Auditorium J. Leimena, Kementerian Kesehatan. Mengusung tema nasional “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV”, peringatan tahun ini menyoroti pentingnya keberlanjutan layanan HIV serta penguatan kolaborasi lintas sektor di tengah dinamika situasi kesehatan masyarakat.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, dan Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR. perwakilan WHO dan UNAIDS Indonesia, kementerian/lembaga, organisasi profesi, mitra pembangunan, komunitas, serta Dinas Kesehatan dari berbagai daerah. Total 159 peserta hadir secara luring dan 38 peserta daring, menunjukkan komitmen luas dari berbagai pemangku kepentingan.

Dalam sambutannya, Wamenkes Dante menegaskan bahwa HIV bukan sekadar persoalan statistik. “Angka HIV 0,7% di Indonesia berarti hampir 1,96 juta orang. Mereka bukan angka, tetapi saudara dan teman kita yang ingin dihargai dan hidup bermartabat,” ujarnya. Namun hingga kini, Indonesia baru mengidentifikasi sekitar 564.000 orang dengan HIV, sehingga percepatan deteksi dini menjadi prioritas penting untuk mengejar target global 95-95-95.
Wamenkes juga menyoroti capaian nasional yang masih berada di kisaran 60–70%. “Kita masih punya pekerjaan besar. Identifikasi harus diperkuat, pengobatan harus tepat dan berkelanjutan, serta hambatan berupa stigma sosial harus dihilangkan,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa ketakutan masyarakat untuk melakukan tes atau memulai terapi masih menjadi tantangan besar dalam implementasi layanan HIV.
Plt. Dirjen P2P drg. Murti Utami, MPH turut memaparkan situasi HIV hingga Oktober 2025. Meski terjadi kemajuan, Indonesia memerlukan inovasi, dukungan lintas sektor, dan pendekatan berbasis hak asasi manusia untuk mencapai Ending AIDS 2030. Pemerintah saat ini memperkuat surveilans, memastikan ketersediaan ARV yang lebih efektif, serta meningkatkan edukasi publik mengenai pencegahan dan penanganan HIV.
Acara puncak juga menampilkan talkshow dengan BPJS Kesehatan dan komunitas, serta video inovasi layanan HIV dari daerah. Kemenkes memberikan penghargaan kepada Dinas Kesehatan dengan kinerja terbaik dalam program HIV.

Menutup acara, Wamenkes Dante kembali menegaskan pentingnya sinergi nasional. “Tidak boleh ada satu pun yang tertinggal dalam upaya melawan HIV. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat mempercepat pengendalian HIV menuju Ending AIDS 2030,” pungkasnya. (SSH)

