BEKASI — Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Oktavianus, Sp.P., FAPSR secara resmi membuka kegiatan Review Meeting Surveillance dan Respon Penyakit Potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) atau Wabah di Pintu Masuk Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2) Kementerian Kesehatan RI. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan tinggi Kemenkes, kepala Balai Besar, Balai, dan Loka Kekarantinaan Kesehatan (BKK) dari seluruh Indonesia untuk memperkuat sistem kewaspadaan dini di garda terdepan negara.

Dalam arahannya, Wamenkes menekankan pentingnya transformasi layanan kekarantinaan kesehatan dari pendekatan yang bersifat reaktif menjadi proaktif. Pintu masuk negara (bandara dan pelabuhan) memiliki mobilitas tinggi yang menuntut kesiapsiagaan penuh dalam menghadapi ancaman penyakit menular global.
“Jadi memang betul itu, kita harus mengubah pendekatan dari reaktif menjadi proaktif. Kalau reaktif, ada bencana baru bikin; kalau proaktif, belum ada bencana sudah mencari. Oleh karena itu, dukungan pendanaan dan penguatan kapasitas UPT harus dikawal bersama,” ujar Wamenkes dr. Benjamin Paulus Oktavianus di kesempatnnya saat membuka acara, pada (28/10/2026).

Peran Strategis BKK dan Peluncuran Ambulans Udara
Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, M.H., dalam laporan pembukanya menyampaikan bahwa pertemuan yang berlangsung pada 28 hingga 30 Oktober 2026 ini bertujuan mengevaluasi capaian, mengidentifikasi kesenjangan kapasitas, serta menyusun rencana tindak lanjut yang terukur. Salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah pematangan konsep operasionalisasi Ambulans Udara yang melibatkan jajaran BKK sebagai garda terdepan evakuasi medis darurat.
Wamenkes dr. Benjamin menjelaskan bahwa inisiatif ambulans udara ini berawal dari kunjungan kerjanya pada peluncuran purwarupa pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), yang kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi lintas instansi bersama Kementerian PPN/Bappenas dan TNI Angkatan Udara.

“BKK adalah yang paling siap melaksanakan tugas mulia ini. Kita akan susun pelatihan secepatnya, mulai dari wilayah Sulawesi (Manado), Kalimantan, hingga Sumatera dan Papua, untuk memastikan kecepatan respons evakuasi medis darurat seperti kasus trauma, stroke, serangan jantung, dan kegawatdaruratan ibu hamil,” tegas Wamenkes.
Apresiasi dan Penghargaan Kinerja UPT serta Petugas Karantina

Sebagai bagian dari komitmen pembinaan berkelanjutan, acara pembukaan turut diisi dengan penyerahan piala bergilir Tata Kelola UPT Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Triwulan III Tahun 2026 serta penghargaan bagi petugas kekarantinaan kesehatan berprestasi dan inovatif:

- Terbaik 1 Tata Kelola UPT BKK: BKK Kelas I Gorontalo
- Terbaik 2 Tata Kelola UPT BKK: BKK Kelas I Bandung
- Terbaik 3 Tata Kelola UPT BKK: Loka Kekarantinaan Kesehatan (LKK) Labuan Bajo
Selain itu, penghargaan khusus diberikan kepada lima petugas karantina kesehatan terbaik tingkat nasional yang melahirkan inovasi pelayanan, di antaranya;
- Terbaik 1: Ahmad Musyafa, SKM, M.PH. (BKK Kelas I Samarinda), dengan inovasi: Epic AI Emoji Prediktif Chapter and Spectrum.
- Terbaik 2: Novataria, SKM, MKM (BKK Kelas I Palembang), dengan inovasi: Tatakola Standar Biaya KMK dan Check Up.
- Terbaik 3: Trianta Wati, SKM, M.Kes. (BKK Kelas II Manokwari), dengan inovasi: Singkasuari (Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan).
- Terbaik 4: H. Tubianto Anang Zulfikar, SKM, M.Epid. (BKK Makassar), dengan inovasi: Vision (Visualisasi Integrasi Laporan Harian, Sistem Pengiriman Notifikasi Terintegrasi) dan SiPaKATAU.
- Terbaik 5: Michael Sanadi, SKM (BKK Kelas II Biak), dengan inovasi: SILAGA (Sistem Layanan Ambulans Keluarga/Kekarantinaan) dan SiPaKATAU.

Dengan terselenggaranya review meeting ini, Kementerian Kesehatan optimistis koordinasi lintas sektor, penguatan sistem surveillance, serta kesiapsiagaan respons cepat di seluruh wilayah kerja kekarantinaan kesehatan dapat dioptimalkan demi melindungi kesehatan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan. (ADT)




