Jakarta, 28 Juli 2026 – Kementerian Kesehatan RI terus memperkuat komitmen mewujudkan Indonesia Bebas Malaria Tahun 2030 melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan layanan kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Puncak Peringatan Hari Malaria Sedunia Tahun 2026 yang diselenggarakan di Auditorium Siwabessy, Gedung Prof. Dr. Sujudi, Kementerian Kesehatan. Pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menyerahkan Sertifikat Eliminasi Malaria kepada dua provinsi dan tujuh kabupaten sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan daerah memutus rantai penularan malaria sekaligus mendorong percepatan eliminasi di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Wamenkes Dante menyampaikan bahwa malaria masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, baik di tingkat global maupun nasional. Hingga Juli 2026, Indonesia mencatat 346.866 kasus malaria, sementara secara global pada tahun 2024 tercatat 282 juta kasus dengan sekitar 610 ribu kematian. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa upaya eliminasi malaria harus terus diperkuat melalui implementasi Peta Jalan Eliminasi Malaria 2025–2045, Pemerintah terus mengoptimalkan berbagai strategi, di antaranya Temukan, Obati, Kendalikan (TOKEN), Mass Drug Administration (MDA), Targeted Drug Administration (TDA), serta Intermittent Preventive Treatment (IPTf) bagi kelompok berisiko sebagai bagian dari upaya memutus rantai penularan malaria di Indonesia. Dengan Pertahankan daerah yang telah eliminasi, percepat daerah yang belum, dan bersama kita wujudkan Indonesia Bebas Malaria Tahun 2030,” tegas Wamenkes Dante. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, akademisi, mitra pembangunan, dunia usaha, serta masyarakat yang telah berkontribusi dalam pengendalian malaria. Menurutnya, keberhasilan eliminasi malaria tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan kepemimpinan daerah dan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni, melaporkan bahwa capaian eliminasi malaria di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Hingga Juli 2026, sebanyak 414 kabupaten/kota atau sekitar 94,1 persen dari target tahun 2026 telah berhasil memperoleh status eliminasi malaria. “Capaian eliminasi terus menunjukkan kemajuan dengan 414 kabupaten/kota telah berhasil mencapai eliminasi malaria. Hal ini menjadi bukti bahwa upaya pengendalian malaria di Indonesia terus bergerak ke arah yang positif,” ujar Andi Saguni. Yang menjelaskan bahwa rangkaian Hari Malaria Sedunia Tahun 2026 diisi dengan berbagai kegiatan untuk memperkuat upaya eliminasi malaria, antara lain temu media bersama Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, kampanye edukasi melalui berbagai kanal media sosial, webinar bersama WHO, organisasi profesi, dan Komite Malaria Indonesia, serta pengembangan Massive Open Online Course (MOOC) Pelatihan Mikroskopis Malaria guna meningkatkan kapasitas tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medik.
Sebagai puncak rangkaian peringatan, Kementerian Kesehatan menyerahkan Sertifikat Eliminasi Malaria kepada Provinsi Sumatera Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Kabupaten Langkat, Kepulauan Mentawai, Timor Tengah Selatan, Sumba Tengah, Purworejo, Halmahera Utara, dan Bintan. Pada kesempatan yang sama, Kementerian Kesehatan juga memberikan penghargaan kepada para pemenang Kejuaraan Nasional Mikroskopis Malaria yang diselenggarakan bekerja sama dengan Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI) sebagai bentuk apresiasi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang diagnosis malaria. Mewakili daerah penerima sertifikat, Bupati Sumba Tengah Paulus Limu menyampaikan komitmen seluruh kepala daerah untuk mempertahankan status eliminasi malaria melalui penguatan surveilans, peningkatan kualitas diagnosis dan pengobatan, pemberdayaan masyarakat, serta dukungan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan pembiayaan yang berkelanjutan. Sehingga dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, akademisi, dunia usaha, mitra pembangunan, dan masyarakat, Kementerian Kesehatan optimistis target Indonesia Bebas Malaria Tahun 2030 dapat tercapai, sekaligus menjaga daerah yang telah bebas malaria agar tetap terbebas dari penularan penyakit tersebut.[ink/Gi



