Kementerian Kesehatan Dorong Penguatan Imunisasi Sepanjang Usia

bagikan artikel ini :

Kementerian Kesehatan Dorong Penguatan Imunisasi Sepanjang Usia pada Puncak Pekan Imunisasi Dunia 2026

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat cakupan imunisasi nasional pada puncak Pekan Imunisasi Dunia 2026 yang diselenggarakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Sabtu, 2 Mei 2026. Mengusung tema global For Every Generation, Vaccines Work dan tema nasional Lengkapi Imunisasi Sepanjang Usia, kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa imunisasi merupakan perlindungan efektif bagi seluruh kelompok usia dari berbagai penyakit yang dapat dicegah.

Direktur Imunisasi Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Indri Yogyaswastri, menyampaikan bahwa peringatan ini melibatkan pemerintah, mitra pembangunan, akademisi, tenaga kesehatan, dan masyarakat sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kesehatan anak Indonesia serta mencegah kejadian luar biasa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, M.A., dalam keynote speech-nya menegaskan pentingnya penguatan komitmen bersama dalam meningkatkan cakupan imunisasi pascapandemi COVID-19. Ia menjelaskan bahwa penurunan imunisasi terjadi karena fokus dan sumber daya kesehatan banyak dialihkan pada penanganan pandemi. Oleh karena itu, diperlukan langkah kolektif untuk memastikan isu imunisasi tidak berhenti pada diskusi, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata

Dalam sambutannya, Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., menyoroti kondisi capaian imunisasi nasional yang menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Data menunjukkan cakupan imunisasi bayi lengkap menurun dari 95,4% pada 2023 menjadi 87,8% pada 2024, dan turun kembali menjadi 80,2% pada 2025. Menurutnya, dampak penurunan cakupan imunisasi terlihat dari meningkatnya kasus KLB Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), termasuk campak, difteri, dan pertusis di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, jumlah anak dengan status zero dose atau belum menerima imunisasi dasar meningkat signifikan. “Kita menghadapi tantangan struktural seperti keterbatasan anggaran dan distribusi vaksin, serta tantangan sosial berupa rendahnya literasi kesehatan dan maraknya disinformasi mengenai vaksin,” ujar Prof. Indri.

Acara PID 2026 di FKM UI dikemas melalui berbagai kegiatan edukatif dan interaktif, seperti fun walk, pojok imunisasi, interactive booth, orasi bertema “Perspektif Islam dalam Perlindungan Kesehatan Anak” oleh Muhammad Sofi Mubarok, pemberian penghargaan kepada pemenang lomba PID, hingga sesi kuliah umum. Kuliah umum bertajuk “Immunization in the Digital Era: Countering Dis/Misinformation through Literacy” menghadirkan CEO Tempo Info Media Digital, Wahyu Dhyatmika, sebagai narasumber. Sesi ini menjadi bagian dari komitmen bersama menuju Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan literasi kesehatan dan dukungan berbagai pihak terhadap program imunisasi.
Kementerian Kesehatan terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperluas akses layanan, meningkatkan literasi kesehatan, serta memperkuat edukasi publik guna menekan disinformasi mengenai vaksin. Melalui peringatan ini, Kementerian Kesehatan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melengkapi imunisasi sepanjang usia sebagai investasi kesehatan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. (SSH)